Bagi sebagian orang, mengetik adalah hal primer dalam dunia karir saat ini, bahkan sudah menjadi makanan sehari-hari.

Intensitas mengetik dalam kegiatan pekerjaan pun berbeda-beda, mulai dari sedikit hingga sangat banyak yang perlu diketik. Mulai dari merangkum poin rapat, membuat laporan atau dalam memberikan pelayanan.

Semakin canggih teknologi yang saat ini memanjakan manusia, keinginan kita pun selalu bertambah. Termasuk dalam hal ketik-mengetik ini. Bagaimana kegiatan mengetik yang saat ini membutuhkan effort luar biasa, juga bisa dibantu oleh teknologi. Sehingga kita tidak lagi capek-capek mengeluarkan tenaga untuk mengetik bahkan bisa mempersingkat waktu dalam mengerjakan tugas yang membutuhkan kegiatan mengetik. Dalam pembuatan artikel ini saya pun menggunakan teknologi.

Nah, setidaknya ada 2 produk Artificial Intelligence (AI) dari Google yang bisa membantu kita para “kaum rebahan” agar bisa mengetik secara otomatis.

1. Speech Recognition

Fitur ini pada intinya berfungsi untuk menerjemahkan suara untuk dapat menjadi tulisan. Jadi effort yang kita perlu lakukan hanyalah memberikan perintah berupa suara kemudian biarkan Google menerjemahkan apa yang kita ucapkan menjadi sebuah tulisan.

Saya pribadi sangat menyukai fitur ini, karena saya bisa lebih efisien tenaga ditambah lagi saat ini kemampuan Google dalam menerjemahkan suara sudah sangat bagus sehingga mampu mengenali bahasa Indonesia bukan hanya bahasa baku tapi juga bahasa sehari-hari.

Kelemahan dari fitur speech recognition ini biasanya kita temukan ketika kita membuat sebuah paragraf, Google tidak mampu mengetahui dimana harus meletakkan tanda baca seperti titik atau koma. Namun kita dapat memberikan perintah kepada Google untuk memberikan titik atau koma setelah kita selesai mengucapkan sebuah kalimat.

Selain kelemahan dari sisi teknologi, kelemahan lain juga bersumber dari diri kita sebagai si pemberi perintah. Bagaimana kita mampu memberikan perintah yang lurus tanpa ada kalimat yang salah karena Google mengetik secara langsung apa yang kita ucapkan. Berbeda dengan mengetik secara manual di mana kita mampu memberikan otak kita waktu beberapa detik untuk memikirkan apa yang akan kita ketik.

2. Optical Character Recognition (OCR)

Berbeda dengan speech recognition, optical character recognition ini adalah fitur dari Google yang mampu menerjemahkan gambar atau foto menjadi tulisan.

Adapun usaha yang perlu kita lakukan adalah tinggal memindai atau memotret sebuah dokumen fisik seperti buku buku atau lembaran lainnya kemudian membiarkan Google untuk mengubah gambar tersebut menjadi sebuah tulisan yang sama persis dengan apa yang tertulis di gambar.

Di antara dua fitur di atas tidak ada yang saling meng counter, karena penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan tergantung jenis pekerjaan yang ingin kita lakukan.

Secanggih apapun teknologi yang diciptakan tentunya nggak akan mampu menandingi kecerdasan manusia di mana kita selain memiliki otak, juga memiliki perasaan yang tidak dimiliki oleh komputer. tujuan diciptakannya teknologi ialah sekedar mampu membantu manusia dalam mengerjakan pekerjaannya bukan untuk menggantikan manusia itu sendiri.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *