Sebenernya peristiwa The New Normal ini bukan hal baru. Sejak kita lahir sampai dengan sekarang, setiap memasuki rutinitas baru juga bisa disebut The New Normal.

Saat balita, kegiatannya cuma bermain, kemudian memasuki fase sekolah TK, kemudian SD, SMP, SMA dan seterusnya. Setiap fase tersebut ada banyak The New Normal, misalnya mata pelajaran baru, lokasi baru, teman baru, gaya bergaul yang baru, dst.

Berpindah tempat kerja juga bisa dikatakan The New Normal. Bermigrasi dari pekerja menjadi entrepreneur juga bisa disebut demikian. Menikah juga memasuki The New Normal.

Sekarang kita mengalami fase dimana The New Normalnya adalah bekerja dari rumah, semua dilakukan secara online, bagi yang menerapkan. Meskipun bagi pekerja freelance atau digital marketer dan lainnya, mereka udah melakukan ini sejak lama.

Namun sebagian besar masyarakat lainnya, nggak bisa mengalami peristiwa ini, karena pekerjaan yang nggak suitable untuk dilakukan secara online di rumah.

Yang membedakan dan membuat The New Normal kali ini sangat istimewa dan membutuhkan perhatian penuh adalah karena peristiwa ini melibatkan semua orang, bukan hanya pribadi satu orang. Juga berdampak luar biasa terhadap perekonomian.

The New Normal bukan peristiwa dunia, melainkan setiap individu kita. The New Normal yang baik bagi satu/sekelompok orang, belum tentu The New Normal yang baik untuk sebagian orang lainnya.

Categories: Artikel

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *